Meruang Waktu - Y in Penta - Gamelan Rock Indonesia - YGF (Yogyakarta Gamelan Festival) 2012

Published on Jul 19, 2012
517378 views
Kidung Kelana
Meruang Waktu - Y in Penta - Gamelan Rock Indonesia - YGF (Yogyakarta Gamelan Festival) 2012

Get it on:
http://meruangwaktu.fanlink.to/yinpenta

Original composition by Ismu Utoro
http://web.facebook.com/ismu.utoro

Arranged by Ismu Utoro & Budi Sadono (Jo Doe)
http://web.facebook.com/BudiSadono

Recorded in 2005 at Gayam 16 studio, Yogyakarta, Indonesia
Engineered by Ari Wulu
http://web.facebook.com/AriWulu

The Performer
Demung by Ismu Utoro
http://web.facebook.com/ismu.utoro
Saron 1 by Ardian Sigit Nugroho (Jenthik)
http://web.facebook.com/ardian.s.nug...
Saron 2 by Indra Wibawa
http://web.facebook.com/indra.cecax
Saron on rehearse by Singgih Purnomo (Ibenk)
http://web.facebook.com/suarabising
Peking by F. Yanuar Sutanto
http://web.facebook.com/antonius.sut...
Bonang Barung by Citra Pratiwi
http://web.facebook.com/citra.pratiw...
Gambang by Iwan Raditya (Kidung Kelana)
http://web.facebook.com/kidungkelana
Electric Guitar by Budi Sadono (Jo Doe)
http://web.facebook.com/BudiSadono
Electric Bass Guitar by Ferganata Indra (Jack)
http://web.facebook.com/ferganata
Drum & Percussion by Lukas Totom
http://web.facebook.com/lukas.totom
Bedug on recording session by Donny Baskoro
http://web.facebook.com/donny.baskoro

Kata orang kepala kami mulai botak! maka kami ambil cermin untuk membuktikannya, setidaknya agar kami bisa tersenyum setelah kami melihatnya sendiri.
Proses pembuktian membawa kami menyusuri pengalaman-pengalaman hidup sebagai tonggak-tonggak pedoman arah sikap. Kalau kami tahu kepala kami memang botak, tidak berarti "lalu kami bingung harus bagaimana?" tapi justru senyumlah yang merekah.

Menerima dulu apa adanya membuat kami bisa tersenyum. Lhah...sumarah lan sumeleh membuat keadaan tetap seimbang bukan?...tidak dan bukan semata-mata benar-salah atau baik-buruk, tapi ya memang demikian adanya.

Bercermin dari pengalaman, maka kami harus berpengalaman. Proses eksperimen musik kali ini hingga sampai pada pemanggungannya pun merupakan bentuk kegelisahan kami akan pengalaman baru. Jika pada awal ada harapan pada prosesnya terhampar kenyataan. Kadang harapan tidak selalu bergandengan erat dengan kenyataan. Justru disini asyiknya. bagaimana menikmati setiap detik waktu sebagai butir-butir jawaban yang tak terelakkan dan bukannya sekadar menunggu di dalam ruang kosong tak bermakna.

Dari mulai pencarian personel pemusik hingga jenis pengolahan musik yang kami pilih merupakan kerangka pikir yang secara sadar kami bangun untuk menyusuri jembatan pengalaman menuju sikap sumarah lan sumeleh. Tantangan harus tetap dijawab, tapi bentuk jawabannya yang harus tepat terpilih. Inilah kekayaan baru yang berhasil terhimpun. Kini kami sampai di seberang. Namun hanya sebuah penyeberangan. Dan kami masih hidup.

Maka nanti atau esok kami harus menyeberang lagi. Bekal kini makin bertambah.

Kalau memang harapan tak selalu dekat dengan kenyataan, toh kami masih selalu berani untuk terus berharap...dan keyakinan kami harapan selalu menjadi keniscayaan jika kita benar-benar tahu dan tahu benar-benar apa yang kita harapkan....
...sampai kepala kami gundul dan tidak hanya botak sekalipun !!!


MERUANG WAKTU 1 st, 2 & 3 Februari 2001, Purnabudaya Yogyakarta


Loading...


Loading...